Remdesivir adalah obat antivirus, artinya obat ini bekerja dengan menurunkan jumlah virus dalam tubuh. Obat tersebut telah terbukti bermanfaat dalam penelitian laboratorium dan hewan. Namun, hal itu belum terbukti berhasil pada manusia.
Uji klinis yang didanai National Institutes of Health menemukan bahwa obat tersebut mengurangi lama rawat inap di antara pasien dengan penyakit sedang sekitar empat hari. Yakni dari 15 menjadi 11 hari.
Meski demikian remdesivir belum terbukti menurunkan tingkat kematian Covid-19 secara signifikan. Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data awal yang menunjukkan bahwa obat tersebut tidak bermanfaat bagi pasien Covid-19 yang paling sakit.
Penemuan ini tidak mengejutkan banyak ahli penyakit menular. Mereka mengatakan bahwa antivirus seperti remdesivir biasanya bekerja paling baik jika diberikan lebih awal. Presiden AS, Donald Trump juga menerima obat tersebut ketika dirawat karena Covid-19 bulan ini.
(Helmi Ade Saputra)