Osteoporosis masih menjadi tantangan terberat bagi golongan lansia di Indonesia. Penyakit yang satu ini bahkan dianggap sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala yang signifikan.
Namun jika dibiarkan osteoporosis dapat menyebabkan tulang menjadi rawan patah dan mengalami fraktur (retak) yang memiliki tingkat kesakitan tinggi.
Osteoporosis merupakan penyakit pada tulang di mana kepadatan dan kualitas tulang berkurang. Tulang seorang wanita akan lebih cepat keropos dibandingkan pria karena mengalami menopause. Selain itu wanita yang menderita osteoporosis, tulangnya lebih mudah patah walaupun hanya mengalami cedera ringan.
Ketua Umum PB. PEROSI, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K mengatakan meski tidak memiliki gejala yang signifikan, namun seseorang bisa mewaspadai gejala osteoporosis berdasarkan ciri-ciri fisik yang dialami seseorang. Osteoporosis akan mulai terjadi saat tulang sudah mencapai Peak Bone Mass (Titik Massa Tulang) yang biasanya dicapai pada usia 20 hingga 30 tahun.