Asyik Barbeque, Satu Keluarga Diserang Puluhan Kepiting Raksasa

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2020 13:20 WIB
Anak diserbu kepiting (Foto: VT)
Share :

Satu keluarga di Australia dikepung oleh kerumunan kepiting raksasa di tempat perkemahan di Pulau Christmas. Peristiwa pengepungan tersebut terjadi saat mereka sedang menikmati pesta barbeque di malam hari di tempat perkemahan mereka.

Amy Luetich dan keluarganya nyaris tidak bisa menikmati liburannya setelah acara kumpul-kumpul keluarganya dihancurkan oleh lusinan tamu tidak diundang. Selain menakuti keluarga mereka, kepiting raksasa itu pun tak segan mencakar dan mencapit.

 

Krustasea raksasa tersebut kemungkinan besar tertarik ke perkemahan setelah mencium makanan yang sedang dimasak oleh keluarga tersebut. Namun bukannya melarikan diri dengan berteriak seperti orang pada umumnya, keluarga asal Australia itu hanya tersenyum untuk berfoto dan membiarkan kepiting yang penasaran mengamati daerah tersebut.

Kepiting yang menyerang perkemahan mereka adalah jenis kepiting perampok atau lebih dikenal sebagai kepiting kelapa. Menurut Parks Australia, mereka adalah krustasea darat terbesar di dunia yang dapat tumbuh hingga berukuran 4 kg dan lebar satu meter.

Kepiting perampok juga bisa hidup hingga 50 tahun. Luetich kemudian membagikan fotonya dengan grup Pariwisata Pulau Christmas. Di samping gambar yang diunggahnya, dewan pariwisata menulis: "Kepiting perampok berperilaku buruk!”

Baca juga: Adanya Gunung Api Bawah Laut Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

"Beberapa keluarga #christmasisland lokal memiliki beberapa mulut ekstra untuk diberi makan saat barbeque selama akhir pekan. #Coconutcrabs memiliki indra penciuman yang luar biasa dan untuk makhluk yang bergerak lambat mereka pasti bergerak dengan cepat saat ada makanan di sekitar. Anda ingin berbagi piknik dengan mereka???,” tulisnya, sebagaimana dilansir VT, Rabu (14/10/2020).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya