Dilansir dari The Japan Times, pria 26 tahun dari Nara, telah terjebak di Peru sejak Maret. Saat itu, dia membeli tiket untuk ke lokasi wisata, hanya beberapa hari sebelum negara itu mengumumkan keadaan darurat kesehatan.
Dia mengatakan kepada suatu surat kabar Peru bahwa dirinya hanya berencana untuk menghabiskan tiga hari di daerah itu. Tetapi karena lockdown dan penerbangan yang dibatalkan, Katayama terjebak di sana.
Akhirnya, setelah lockdown dan atas seizin otoritas pariwisata setempat, Katayama berkunjung ke Machu Picchu. Situs ini bahkan dibuka kembali hanya untuknya.
"Saya berpikir bahwa saya tidak akan bisa pergi, tetapi terima kasih kepada Anda semua yang memohon kepada walikota dan pemerintah, saya diberi kesempatan super istimewa ini," tulisnya di akun Instagram-nya.
Machu Picchu adalah warisan kerajaan Inca yang paling abadi yang menguasai sebagian besar wilayah barat Amerika Selatan selama 100 tahun sebelum penaklukan Spanyol pada abad ke-16.
Reruntuhan pemukiman Inca ditemukan kembali pada tahun 1911 oleh penjelajah Amerika Hiram Bingham. Dan pada tahun 1983, UNESCO menyatakan Machu Picchu sebagai Situs Warisan Dunia.
Situs ini awalnya dijadwalkan untuk dibuka kembali bagi pengunjung pada bulan Juli, tetapi sekarang telah diundur ke bulan November. Hanya 675 wisatawan per hari yang akan diizinkan masuk, 30 persen dari jumlah yang diizinkan sebelum pandemi, dengan pengunjung diharapkan untuk menjaga jarak sosial.
Sejak pertama kali dibuka untuk wisatawan pada 1948, telah ditutup hanya sekali sebelumnya, selama dua bulan pada 2010 ketika banjir menghancurkan rel kereta api yang menghubungkannya dengan Cusco.
(Dewi Kurniasari)