Safri Burhanuddin menambahkan, selama ini Buleleng memang sudah terkenal dengan konservasi terumbu karangnya. Sehingga akan lebih mudah untuk menjalankan program tersebut di Buleleng.
Restorasi akan dimulai pada 17 Oktober 2020. Ribuan masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 dilibatkan dalam kegiatan ini.
“Diharapkan ini akan berkembang lebih baik lagi, terumbu karang disini akan menjadi lebih banyak, dan tentu saja daerah yang menjadi tempat konservasi harus diawasi. Jangan sampai kita buat konservasi tapi dirusak oleh masyarakat,” tuturnya.
Selain Buleleng, 4 daerah lain di Provinsi Bali juga masuk dalam program tersebut yakni Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, dan Pantai Serangan.
“Dari 5 lokasi ini akan melibatkan 1300-1500 orang. Ada total dana sekira Rp111 miliar dan untuk di Buleleng disiapkan Rp10-20 miliar rupiah,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)