Mental health atau isu kesehatan mental menjadi perbincangan hangat di tengah pandemi Covid-19. Meski topik ini mendapat perhatian dan penelitian yang semakin meningkat, namun masih banyak mitos dan kesalahpahaman yang terkait dengan kesehatan mental.
Sayangnya, masih ada stigma signifikan yang melekat pada kondisi kesehatan mental, dengan sebagian besar mengandalkan pemikiran kuno dan asumsi kuno.
Melansir Medical News Today, berikut 5 mitos mengenai kesehatan mental yang perlu Anda ketahui.
Mental health merupakan penyakit langka
Pada 2001, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 1 dari 4 orang di dunia akan terpengaruh oleh gangguan mental atau neurologis pada suatu saat dalam hidup mereka.
Salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum adalah depresi, mempengaruhi lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia pada 2017. Sebuah studi terbaru, yang berkonsentrasi di Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa jumlah orang dewasa yang mengalami depresi meningkat tiga kali lipat selama pandemi.
Gangguan kecemasan umum (GAD), gangguan mental umum lainnya, memengaruhi sekitar 6,8 juta orang dewasa di AS, setara dengan lebih dari 3 dari setiap 100 orang.
Serangan panik bisa berakibat fatal
Serangan panik sangat tidak menyenangkan, melibatkan detak jantung yang berdebar kencang dan rasa takut yang berlebihan. Namun, mereka tidak bisa berakibat fatal secara langsung.
Namun, perlu dicatat bahwa seseorang yang mengalami serangan panik mungkin lebih berisiko mengalami kecelakaan. Jika seseorang mengalami serangan panik atau merasakan serangan panik, mencari tempat yang aman dapat membantu mengurangi risiko ini.