Selanjutnya, para peserta diminta mengisi kuesioner online tentang konsumsi 3.300 item makanan yang berbeda. Peneliti menindaklanjuti dengan menganalisis responden selama maksimal sembilan tahun.
Hasilnya, sebanyak 2.193 peserta didiagnosis memiliki kanker pertama pada rentang waktu itu. Kanker yang umum terjadi adalah kanker payudara. Selain itu, terjadi pula peningkatan risiko.
Dalam penelitian diungkapkan, konsumsi minuman manis 100 mL per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko awal kanker payudara sebanyak 22 persen. Sedangkan untuk kanker secara keseluruhan terjadi peningkatan risiko sebesar 18 persen. Sementara itu, tim tidak menemukan hubungan antara minuman manis buatan dan risiko kanker.
Namun, penelitian ini masih bersifat observasional. Oleh karenanya dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan minuman bergula menyebabkan kanker dan faktor pemicu bisa berperan. Dibutuhkan perhitungan analisis agar hasilnya semakin menguatkan.
(Martin Bagya Kertiyasa)