Penelitian ini menggunakan model tikus. Para peneliti menemukan bahwa sifat kontraksi otot di rahim tikus yang lebih tua mengalami gangguan, kurang sensitif terhadap oksitosin, dan telah mengurangi jumlah mitokondria, yakni pemasok energi untuk sel. Hal ini menunjukkan otot-otot uterus kurang mampu berkontraksi.
Reaksi hormon progesteron yang berhubungan dengan kehamilan juga ditemukan berubah, serta memicu keterlambatan dalam kinerja.
Baca juga: Nelayan Menjaring Hiu Abnormal dengan Tubuh Tanpa Kulit dan Gigi
Bisa dikatakan perempuan yang melahirkan anak pertama mereka di 35 tahun berisiko terjadi peningkatan komplikasi kehamilan. Termasuk kasus pendarahan setelah melahirkan. Demikian disadur dari Zeenews, Minggu (14/10/2020).
(Dyah Ratna Meta Novia)