Pariwisata China Mulai Bangkit Usai Sukses Tangani Corona

Koran SINDO, Jurnalis
Sabtu 03 Oktober 2020 10:22 WIB
Tiananmen, Beijing, China (Panoramio)
Share :

CHINA mulai bangkit. Awal Oktober 2020, ratusan juta orang China diperkirakan akan memenuhi jalan tol, kereta dan pesawat untuk libur hari nasional. Itu menjadi momen kebangkitan pariwisata di negara terpadat di dunia.

Libur selama delapan hari menjadi hari libur pertama sejak China dinyatakan sukses menangani pandemi corona. Kehidupan yang telah berlangsung normal dalam beberapa bulan terakhir menjadi alasan musim libur akan dipadati banyak warga.

Baca juga:  6 Destinasi Honeymoon di Malaysia, Bisa Bikin Jatuh Cinta Berkali-kali

“Liburan Emas” tersebut akan menjadi ujian bagi China apakah sukses menangani pandemi secara totalitas dan menuju kebangkitan untuk pemulihan ekonomi.

Tahun lalu, 782 wisatawan domestik berlibur selama musim liburan. Itu mampu menghasilkan 650 miliar yuan. Kementerian Pariwisata dan Budaya China tahun ini memprediksi 550 juta wisatawan domestik akan berlibur tahun ini. Namun, Ctrip, biro wisata online terbesar di China, memperkriakan 600 juta orang akan berlibur.

Skala liburan massal dalam jangka waktu yang pendek tentunya tidak terpikirkan dan tidak mungkin dilaksanakan di berbagai negara di belahan lain. Kenapa?

 

Banyak negara masih berkutat menghadapi pandemi corona yang jumlahnya telah mencapai 7 juta kasus. Eropa pun kini menghadapi gelombang kedua infeksi virus corona, sedangkan sebagian besar negara masih berkutat dengan gelombang pertama virus corona.

Untuk saat ini, virus corona justru tidak lagi menjadi perhatian bagi wisatawan China. Kenapa? Penularan lokal virus corona hampir nol dan China menjadi negara yang paling ketat memberlakukan kontrol perbatasan. Dalam penegakan protokol kesehatan, China pun menjadi negara yang terdepan dalam membangun kesadaran warganya.

Chen Qianmei (29) wisatawan asal Guangzhou, China, terbang ke Shanghai untuk berlibur. Dia mengatakan, dia tidak lagi khawatir dengan virus, meskipun dia masih harus ekstra hati-hati.

“Saya pikir virus corona di China telah dikendalikan dengan baik,” katanya, dilansir CNN. Dia juga selalu mengenakan masker dan membawa tisu basah untuk membersihkan tangannya sebelum makan. “Di Shanghai, hanya sedikit orang yang mengenakan masker,” paparnya.

Jembatan bening di China (SCMP)

Virus corona yang dilaporkan pertama kali dideteksi di Wuhan pada akhir Desember lalu sebelum menyebar ke seluruh dunia telah berhasil dikendalikan sejak Maret lalu. Beberapa bulan setelah itu, wabah itu juga menyebar ke Beijing dan Xinjiang. Namun, isolasi yang bersifat lokal dan program pengetesan massal menjadikan wabah itu berhasil dikendalikan.

 Baca juga: Traveler Harus Tahu, Ini 4 Fakta Menarik Tradisi Chuseok di Korea

China dilaporkan tidak mengalami transmisi lokal sejak pertengahan Agustus. Itu menyusul pemeriksaan yang sangat ketat di bandara dan para pekerja yang beresiko terinfeksi virus. Pekan lalu, transmisi lokal terjadi pertama kali dalam satu bulan setelah dua pekerja pelabuhan yang biasa mengani ikan impor di Qindao dilaporkan positif setelah pemeriksaan rutin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya