KALIMANTAN terkenal dengan wisata alamnya karena hutan di pulau ini sangat luas dan menjadi paru-paru dunia, meski sekarang banyak yang rusak karena digerus oleh perusahaan tambang dan koorporasi perkebunan kelapa sawit.
Pulau Borneo juga memiliki beberapa taman nasional seperti Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, Taman Nasional Gunung Palung dan Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Bukit Baka di Kalimantan Barat, Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur.
Baca juga: Liburan Akhir Pekan, Ini 5 Tempat Wisata Hits di Tangerang
Selain itu, Kalimantan juga punya kuliner tradisional termasuk camilan khas yang umumnya manis dan gurih. Camilan ini bisa dijadikan oleh–oleh bagi wisatawan atau masyarakat yang bepergian ke Kalimantan.
Nah, berikut 5 camilan tradisional Kalimantan :
1. Getas
Bahan dasar untuk membuat kue getas adalah beras ketan karena tekstur yang akan dihasilkan adalah lengket dan kenyal. Bentuk getas sendiri ialah lonjong agak pipih dan bagian luarnya terdapat lapisan gula yang membuat rasa dari kue ini manis bercampur gurih. Camilan ini banyak tersedia di pasar tradisional atau warung.
Getas (IG @getas_legenda)
2. Amplang
Camilan ini berasal dari Kalimantan Timur, tapi di Kalteng dan Kaltara juga banyak. Sering disebut kuku macan karena wujudnya melengkung serta warnanya yang putih. Terbuat dari campuran tepung kanji, ikan tenggiri, dan bahan lainnya lalu di goreng hingga kering membuat cita rasa gurih dan memiliki tekstur seperti kerupuk.
“Harga yang ditawarkan cukup terjangkau yakni mulai dari Rp15 ribu untuk ukuran 100 gram dan untuk rasa setahu saya hanya original saja. Teksturnya garing seperti kerupuk kulit dan sedikit asin,” ujar Ummi TJ, warga Sampit, Kalimantan Tengah.
3. Lempok Durian
Bermacam–macam jenis dodol yang ada di Indonesia memiliki ciri khasnya tersendiri. Di Kalimantan, dodol disebut dengan lempok dan bahan baku pembuatannya hanya menggunakan durian, gula, dan sedikit garam sehingga membuat sajian ini berbeda dari yang lain.
Ketika Anda menggigitnya, rasa duriannya langsung muncul dan karena terbuat dari buah terlezat ini, harganya pun cukup mahal yakni Rp25 ribu untuk ukuran 200 gram.
4. Bingka
Kuliner khas Suku Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan ini sekilas mirip dengan kue lumpur. Beberapa rasa tersedia seperti vanila, keju, cokelat, pandan, pisang, gula merah, dan lain–lain. Bingka terbuat dari campuran kentang, mentega, telur, santan, gula, dan susu membuat rasanya manis dan memiliki tekstur yang lembut.
Harga bervariasi dimulai dari Rp30 ribuan untuk ukuran 500 gram. Kue berbentuk bunga ini disajikan untuk para tamu dalam pesta pernikahan atau perkumpulan lainnya.
5. Wadai Apam Peranggi
Wadai (kue) apam merupakan makanan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang bahan dasarnya terbuat dari tepung beras dan santan.
Setelah matang, kue ini memiliki tekstur yang lembut serta rasanya manis dan biasanya disajikan saat ada acara – acara besar seperti pertemuan keluarga dan pernikahan. Kue ini sama seperti apem yang ada di Pulau Jawa dan dapat ditemukan di pasar tradisional dan harganya pun terjangkau yakni sekitar seribu rupiah.
(Salman Mardira)