Pemerintah Indonesia kini telah mensurvei daerah lain di pulau Jawa dan Sumatra untuk merelokasi keberadaan badak ini dari bahaya aktivitas Gunung Krakatau, gunung berapi aktif yang tidak jauh dari taman nasional tersebut.
“Kelahiran ini membawa harapan besar bagi kelangsungan hidup badak Jawa khususnya yang terancam punah,” ujar pejabat senior Kementerian Lingkungan Hidup, Wiratno.
Badak Jawa memiliki lipatan-lipatan kulit yang kendur sehingga terlihat seperti memakai lapisan pakaian pelindung.
Mereka pernah berjumlah ribuan ekor di seluruh Asia Tenggara, tetapi kini populasi mereka terus menyusut akibat perburuan liar yang merajalela dan rusaknya habitat asli tempat tinggal mereka.
(Rizka Diputra)