Seorang perokok aktif atau mantan perokok memiliki potensi lebih tinggi dibandingkan bukan perokok.
“Nikotin menekan migrasi sel leukosit pada tempat peradangan atau infeksi. Hal ini meningkatkan titer virus influenza pada paru. Efek ini menyebabkan lambatnya penyembuhan luka serta meningkatkan insidens infeksi pernapasan pada perokok,” lanjutnya.
Selain itu merokok juga dapat meningkatkan regulasi reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) yang berada pada sel pneumosit tipe 2. Alhasil paru seorang perokok mengandung 40-50 persen reseptor ACE 2 lebih banyak dibandingkan bukan perokok.
“Reseptor ACE2 merupakan tempat masuk virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Hal ini yang membuat risiko terkena Covid-19 meningkat,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)