Selama lima bulan terakhir, seorang pria berusia 81 tahun tidur di atas selembar karton. Ia tidur sembari dikelilingi oleh semut dan kecoa karena banyaknya sisa makanan yang menumpuk di apartemennya.
Kondisi tersebut membuat relawan dari Keeping Hope Alive, sebuah inisiatif pribadi yang bertujuan membantu mereka yang kesulitan. Relawan tersebut datang untuk membantu membersihkan apartemennya pada pekan ini.
Serangkaian video yang diposting oleh relawan tersebut di social media, Facebook menunjukkan tim yang mengenakan alat pelindung diri (APD), berkumpul di luar apartemen sewaan pria tersebut.
Sekadar informasi, pria tua ini biasanya bekerja di sepanjang Lorong 5 Toa Payoh, dengan memilah-milah tumpukan sampah dan puing. Dalam video tersebut tampak apartemen dipenuhi dengan aneka barang seperti koran, papan kayu, kursi, televisi, dan bahkan sepeda.
Melansir dari Asia One, Rabu (9/9/2020), tampak, kecoak yang tak terhitung jumlahnya dan berlarian di sekitar apartemen. Sementara tikus besar tampak berusaha melarikan diri dari pandangan mata.
Berbicara dengan Lianhe Wanbao, pendiri Keeping Hope Alive, Fion Phua mengungkapkan butuh 35 orang yang bertugas selama tujuh jam untuk membersihkan apartemen tersebut. Hal ini karena banyaknya sampah.
Sukarelawan bahkan tidak dapat masuk melalui pintu depan dan harus mengakses flat melalui pintu belakang di dapur. Mereka kemudian mengemas semuanya ke dalam kantong plastik besar sebelum dibawa keluar rumah.
Baca juga: Dokter Minta Skrining Covid-19 Tak Andalkan Rapid Test
“Total ada 35 tas yang berisikan sampah pria tersebut. Kami juga menangkap 12 tikus,” terang Phua.
Pria tua tersebut menjelaskan bahwa dia bukan penimbun sampah. Dia hanya tidak dapat menjual sisa-sisa sampah yang terkumpul akibat pandemi Covid-19.
"Saya tidak sengaja menimbun barang bekas, hanya saja saya tidak bisa menjualnya sekarang, jadi mereka semua dikumpulkan di rumah. Saya juga sudah tua dan saya tidak punya kekuatan untuk membersihkan," katanya.
Untuk bertahan hidup, pria tua tersebut memakan roti atau biskuit dengan kopi. Ia pun mengaku telah terbiasa tidur di antara hama seperti tikus dan kecoa.
Untungnya, dia menceritakan bahwa para relawan tidak hanya membersihkan tempatnya, mereka juga memberinya tempat tidur dan kasur baru.
"Saya akhirnya bisa tidur di tempat tidur. Saya tidak perlu tidur dengan tikus dan kecoa lagi,” ujarnya senang.
(Dyah Ratna Meta Novia)