Sementara itu, Dokter Tirta beranggapan bahwa sanksi tersebut kurang efektif. Sebab, nantinya masyarakat hanya akan menggunakan masker dengan tujuan tidak kena sanksi. Ini tidak memberikan pemahaman secara benar apa itu fungsi masker.
"Enggak bisa itu kalau enggak pakai masker didenda. Nanti yang ada pakai masker cuma untuk menghindari hukuman. Kalau tidak ada petugas, ya, lepas lagi," tegasnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Upaya yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah menyiarkan lebih banyak iklan layanan masyarakat terkait dengan pentingnya pakai masker. "Kan baru sekarang-sekarang ini digaungkan pentingnya pakai masker ini. Sejatinya, sudah sejak Maret dulu. Tapi, gimana pun edukasi tidak ada kata terlambat," terangnya.
Jadi, saran yang coba disampaikan Dokter Tirta ialah pemerintah menyebarkan iklan layanan masyarakat lebih sering dan menarik di televisi dan radio. Sebab, masyarakay di daerah masih banyak yang belum teredukasi soal masker maupun pandemi itu sendiri.
"Ada, lho, yang masih nganggep Covid-19 itu sesuatu yang keluarnya malem-malem. Jadi, ini tugas kiat bersama untuk terus mengedukasi masyarakat," sambung Dokter Tirta.
Kemudian, saran lainnya yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat soal protokol kesehatan adalah dari hulu ke hilir pemerintah kompak dalam menjalankan kebijakan. Hal ini supaya masyarakat tidak menjadi bingung.
Lalu, yang tidak kalah penting adalah relawan yang menyebarkan pesan itu ke masyarakay langsung di lapangan 'diemong'. Bagaimana pun, peran relawan menjadi penting dalam upaya edukasi ini.
"Saya berharap relawan yang terjun langsung ke lapangan diemong. Enggak sedikit, lho, relawan dihujat, disindir, bahkan diajak berantem oleh masyarakat padahal mereka ingin menyampaikan sesuatu yang benar," pungkas dia.
(Helmi Ade Saputra)