Saat tekanan meningkat, penutup kantong akan terlepas dan gas metana dilepaskan.
“Benda ini unik. Ini membawa banyak informasi ilmiah tambahan yang belum siap saya ungkapkan. Ini adalah topik publikasi ilmiah. Kami harus menganalisis semua ini dan membangun model tiga dimensi,” terang Prof. Vasily Bogoyavlensky dari Institut Penelitian Minyak dan Gas Rusia.
Bogoyavlensky menambahan bahwa secara harfiah lubang tersebut adalah ruang hampa yang diisi dengan gas bertekanan tinggi. Sementara lapisan penutup membesar dengan kira-kira 5-10 meter.
Profesor Rusia ini sebelumnya mengklaim bahwa aktibitas manusia seperti pengeboran gas dapat menjadi faktor pembentukan kawah tersebut. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya tentang risiko pembentukan struktur seperti itu di dekat jaringan pipa gas, fasilitas produksi atau kawasan pemukiman.
“Kami mengetahui tujuh kawah di daerah kutub utara. Lima berada tepat di semenanjung Yamal, satu di distrik Otonomi Yamal dan satu di utara wilayah Krasnoyarsk, dekat semenanjung Taimyr. Kami memiliki lokasi yang tepat hanya empat dari mereka. Tapi saya yakin ada lebih banyak kawah di Yamal, kita hanya perlu mencarinya,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)