TEKANAN di tempat kerja, serta jalanan yang kembali macet memang bisa membuat kita stres. Tapi jangan salah, bukan hanya orang dewasa saja loh yang bisa mengalami stres, anak-anak juga.
Sayangnya, banyak orangtua tidak menyadari jika anak mereka mengalami stres. Padahal, anak lima tahun sampai usia remaja juga mungkin diserang stres.
Menurut sebuah survei nasional yang dilakukan oleh situs kesehatan asal Amerika Serikat, WebMD, penyebab anak stres tentu bermacam-macam. Misalnya masalah dalam keluarga, tuntutan belajar dan bersaing di sekolah sangat tinggi, ada anggota keluarga yang sakit keras, atau tekanan sosial dari lingkungan pergaulannya.
Anak-anak dan remaja umumnya belum bisa memahami, dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka sendiri bahkan tidak sadar kalau yang dialaminya adalah stres. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas Anda sebagai orangtua untuk membantu mengenali gejala-gejala stres pada anak dan remaja.
Kalau anak Anda sudah menunjukkan berbagai gejala stres, jangan diabaikan. Stres yang dibiarkan bisa berdampak negatif dalam jangka panjang. Anak stres lebih rentan mengidap gangguan jiwa seperti depresi. Selain itu, karena perubahan pola makan akibat stres, anak pun makin berisiko mengalami kekurangan gizi atau kelebihan berat badan.
Dampak lain yang mungkin muncul adalah menurunnya prestasi di sekolah karena anak tidak bisa konsentrasi belajar. Untuk menghindari berbagai komplikasi anak stres, ajak anak mengobrol soal tekanan yang sedang ia hadapi.
Dari situ, bantu anak untuk memahami keadaannya sekaligus mencari solusi terbaik. Bila stresnya tak kunjung reda, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli konseling anak dan keluarga. Lantas, apa saja gejalanya?