Setiap kali ada sesuatu yang membebani, kita sering berpaling kepada ibu dan mempercayai mereka untuk memahami situasinya. Namun, membicarakan masalah sensitif dan pribadi tentu lebih menantang dan seringkali membuatmu canggung. Pada akhirnya, kamu mengurungkan niat untuk menanyakan hal tersebut pada ibumu.
Padahal, ibumu memiliki lebih banyak pengalaman dan mungkin ia dapat membantumu. Agar komunikasi yang bersifat sensitif ini dapat menjadi efektif, ada baiknya untuk menerapkan 7 langkah berikut ini seperti dilansir dari Times of India :
Jelaskan
Setiap kali kamu memulai percakapan dengan ibu, cobalah untuk mendeskripsikan situasinya secara objektif. Ini berarti berpegang pada fakta dan situasi yang sebenarnya dengan menghindari pendapat dan interpretasi diri sendiri. Hal ini pada akhirnya akan membuatnya sependapat dan membantunya untuk melakukan introspeksi percakapan dengan cara yang lebih baik.
Baca juga: Pindah ke Bali, Intip Ashanty Makan Siang di Pinggir Sawah Ubud
Ekspresikan
Langkah kedua adalah mengekspresikan diri yang berarti kamu harus memberi tahu dia bagaimana situasi tersebut memengaruhi perasaanmu dengan mengekspresikan perasaan dan keinginan kamu secara jelas. Ini penting karena kamu tidak boleh mengharapkan dia membaca pikiranmu dan kemudian memberikan solusi.
Cobalah untuk menggunakan kata-kata seperti "Saya merasa seperti ini karena ..." atau "Ini adalah sesuatu yang membuat saya merasa ...".
Tegaskan
Jangan bertele-tele ketika menyampaikan apa yang ingin kamu katakan kepada ibumu. Percakapan juga akan menjadi efektif jika kamu menyampaikannya tanpa ragu-ragu. Hindari mengatakan, "Oh, saya tidak tahu bagaimana memulainya atau harus berkata apa, tetapi saya ingin Anda memahami situasi ini", alih-alih coba, "Ini adalah sesuatu yang saya alami dan ingin saya bagikan dengan ibu."
Memperkuat
Kamu mungkin belum tentu setuju dengan apa yang ibumu katakan, dan mungkin kamu merasa bahwa dia menghakimi, tetapi kamu harus mencoba memahami sudut pandangnya juga dan introspeksi dari mana asalnya. Pahami saat dia memberikan sudut pandangnya dan mencoba untuk berusaha menemukan hal positif dalam percakapan.
Perhatian
Jangan sampai kehilangan fokus atau teralihkan dalam percakapan atau bahkan bertengkar dengan ibu. Ingat, tujuan utamanya adalah melakukan percakapan yang penuh perhatian dengannya.
Tampil percaya diri
Jika kamu membagikan sesuatu yang bersifat pribadi, ada kemungkinan ibumu tidak bereaksi seperti yang kamu harapkan. Namun, kamu tetap harus tenang dan tampil percaya diri. Perhatikan postur, bahasa tubuh, nada suara, dan kontak mata.
Negosiasi
Memang selalu ada kemungkinan bahwa ibumu bersikap jauh dari apa yang kamu harapkan. Bersikaplah terbuka untuk negosiasi dan bersikaplah santai. Kamu memang membutuhkan beberapa perencanaan untuk komunikasi yang efektif dan akan memberikan hasil yang bermanfaat. Ini juga akan membantu kamu membangun hubungan yang lebih baik dengan ibu.
(Kemas Irawan Nurrachman)