Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurang Perhatian Bikin Anak Sering Caper dan Jahil

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Kamis, 30 Maret 2017 |18:09 WIB
Kurang Perhatian Bikin Anak Sering <i>Caper</i> dan Jahil
Ilustrasi Orangtua dan Anak (foto: Forbes)
A
A
A

PADA usia 0-6 tahun, limpahan perhatian dan kasih sayang sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Karena ini akan menentukan bagaimana mereka menjalani hidup ke depan.

Psikolog Elizabeth Santosa menjelaskan, anak yang bahagia adalah anak yang merasa dicintai oleh keluarganya. Untuk menumbuhkan rasa bahagia pada anak, orangtua harus merasa bahagia terlebih dulu. Karena dengan rasa bahagia itu, seorang ibu dapat mendidik anaknya dengan cara yang baik dan menularkan kebahagiaan pada anaknya.

Sementara anak yang tidak mendapatkan cukup perhatian cenderung sering mencari-cari perhatian pada orang lain. Wanita yang akrab disapa Lizzie ini pun mengatakan anak-anak ini senang menjahili teman-temannya hanya untuk mendapatkan perhatian.

“Ada anak-anak yang suka cari perhatian, suka jahil, artinya kurang perhatian. Pas besar (mereka) cari perhatian dengan cara yang salah,” ujar Lizzie dalam acara Happy Wonderland di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Untuk menghindari tumbuh kembang anak seperti itu, orangtua berperan penting dalam memberikan perhatian penuh pada anak. Meski kedua orangtua sibuk bekerja di luar, setidaknya bisa meluangkan sedikit waktu untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.

“Ini penting untuk masa depan anak. Anak dengan tanki cinta penuh, akan bahagia, ramah, mudah beradaptasi dan melihat dunia dengan rasa aman,” pungkas wanita yang tercatat sebagai Komisioner Komnas PA (Komisi Perlindungan Anak) termuda 2015-2020 ini.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement