Tiga pilihan rute atau trip
Sebelum memulai trekking, kami harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Harganya relatif terjangkau yakni, Rp50 ribu per orang. Biaya tersebut termasuk welcome drink, fresh towel, loker, dan handuk untuk mandi.
"Karena lagi pandemi, tiket masuknya sengaja diturunkan. Harga normal untuk 4 orang itu seharusnya Rp400 ribu," kata Ketut.
Setelah menikmati segelas jus semangka segar, dan meletakkan barang-barang berharga di loket, perjalanan kami pun di mulai. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pura Beji Guwang.
Pura ini biasanya digunakan warga setempat untuk sembahyang dan ritual lainnya seperti melukat di Pancoran Solas. Kami pun diperkenankan untuk mencoba sensasi melukat dari sumber mata air di sekitar tempat tersebut.
Setelah itu, Pak Ketut langsung membawa kami menuju petualangan yang sesungguhnya. Ada tiga pilihan rute atau trip yang ditawarkan oleh Pak Ketut. Masing-masing rute memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, tinggal disesuaikan dengan kemampuan wisatawan.
Untuk rute pertama, kami melintasi sungai dengan aliran kecil. Medan di rute ini sebetulnya terbilang mudah, namun kami diminta untuk tetap waspada karena bebatuannya terbilang licin.
Memasuki rute kedua, kami disambut suara gemiricik air dan pemandangan tebing-tebing tinggi. Di sela-selanya terlihat rembesan air di sela-sela bebatuan.
Keindahannya begitu memukau, terlebih bila datang menjelang siang hari. Sinar matahari akan masuk ke celah-celah tebing hingga menampilkan pemandangan yang memesona. Ditambah lagi panorama pepohonan yang rindang.
Di spot ini, Pak Ketut sengaja membiarkan kami bermain sejenak untuk merasakan sensasi kesegaran air terjun yang berjatuhan dari atas tebing tersebut.
Setelah puas, dia langsung membawa kami menyusuri rute ketiga yang berhiaskan lahan persawahan yang masih alami dan asri. Di spot ini pula, kami menghabiskan sisa waktu untuk menikmati momen golden sunrise yng memikat.