View this post on Instagram#dermatographia #skinwriting #hi
A post shared by Dermatographia (@dermatographia_) on
Emma mengaku banyak orang yang bertanya apakah ia merasa sakit. Namun, ia menjelaskan bahwa dermatographia yang diidapnya tidak pernah sakit. Ia juga mengaku pernah mendapat reaksi liar dan orang lain menganggap dirinya sedang sekarat.
Dia mengatakan selain gatal-gatal pada kulit, kondisi kulit langka tersebut juga tidak berdampak negatif pada kehidupannya. Dokter teras meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal, dan juga memperbaiki gejala lainnya. Oleh sebab itu Emma memutuskan untuk berhenti meminumnya supaya dapat terus membuat karya seni pada tubuhnya.
Saat ini Emma menggunakan pensil untuk menggambar berbagai simbol di tubuhnya dan membagikan hasil gambar dermatographia tersebut di Instagram. Dermatographia ditandai dengan reaksi alergi di mana tubuh melepaskan histamin dalam jumlah berlebihan dan menyebabkan kapiler di kulit membesar dan memunculkan bekas.
(Martin Bagya Kertiyasa)