Tapi, apa yang harus dilakukan jika sekolah sudah menerapkan pemberian tugas melalui WhatsApp?
"Pada kasus saya pribadi, WhatsApp memang digunakan untuk mengelola group, tapi saya berlakukan untuk murid remaja atau SMP ke atas grade-nya," ungkapnya.
Mei menerangkan, dirinya itu psikolog di sekolah, karena itu dia mengisi sesi yang namanya Ruang Psikologi, sesi ini diperuntukan untuk anak SMP. Di situ siswa SMP diberikan materi dan voice note terkait materi psikologi dan Mei pun mengisi zoom sebulan sekali terkait materi bulan itu yang sudah dibagikan di group WhatsApp.
"Itu semua dilakukan dengan maksud agar si anak cerdas menggunakan platform. Nah, kalau di group ada kelompok SD, yang ada di sana itu orangtuanya, bukan muridnya. Ini memungkinkan si anak tidak mengakses hp sembarangan dengan alasan tugas," pungkas Mei.
(Dyah Ratna Meta Novia)