Bahkan orang yang sudah mahir sekelah Chen saja masih menggambar diagram di atas kertas saat merencanakan desain kuenya. Dan meskipun sudah dikonsep sedemikian rupa, desainnya masih bisa terlihat buruk. Untungnya Chen memiliki keterampilan dan pengalaman untuk mengulang semuanya dalam pola baru.
“Anda perlu memikirkan polanya. Katakanlah Anda ingin membuat kue lapis Cadbury. Anda perlu tahu bagaimana cara meletakkan Cadbury di tengah agar kuenya tidak pecah. Ini sangat menantang sekali. Sekali Anda membuat kesalahan, maka hasilnya tidak akan bagus,” lanjutnya.
Karena kerumitannya, waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya, dan semuanya harus dilakukan dengan tangan, kue lapis Sarawak dianggap sebagai salah satu kue yang paling sulit dibuat. Kue ini juga merupakan makanan penutup yang relatif mahal di Malaysia dengan biaya hingga RM250 arau sekira Rp888 ribu per kue.
“Kami harus melakukannya sendiri dan itu sangat lambat. Itu semua buatan tangan. Kami tidak bisa berbuat banyak,” tuntas Chen.
(Helmi Ade Saputra)