Menurut mereka, nootkatone bisa juga ditemukan di pohon cedar kuning Alaska dan banyak digunakan dalam industri kosmetik untuk membuat parfum dan cologne.
Baca Juga : Covid-19 Belum Selesai, China dan Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne
EPA mengakui bahwa bahan tersebut aman dan efektif, dan secara resmi memberikan lampu hijau bagi perusahaan untuk menggunakan nootkatone untuk mengembangkan produk baru bagi manusia dan hewan peliharaan untuk mencegah gigitan serangga.
"Studi menunjukkan bahwa ketika produk diformulasikan nootkatone, barang tersebut dapat mengusir dan membunuh kutu, nyamuk, dan berbagai macam hama penggigit lainnya," kata EPA dalam sebuah pernyataan. Penyakit yang ditularkan oleh serangga ini antara lain penyakit Lyme, malaria, dan virus Zika. Termasuk juga di sana SFTS yang kini mulai mewabah di beberapa negara.
CDC bekerja dengan Evolva, sebuah perusahaan bioteknologi, untuk mengembangkan dan meneliti bahan tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa nootkatone dapat bekerja sebaik pengusir serangga lainnya, seperti DEET. "Perlindungan dari gigitan serangga diperkirakan berlangsung beberapa jam dengan nootkatone," catat EPA.
(Helmi Ade Saputra)