Di saat bersamaan Rodman juga mengatakan bahwa dalam uji klinis tersebut terdapat beberapa efek samping atau gejala yang muncul pada relawan. Meski demikian, efek samping tersebut bukanlah sesuatu yang berat dan akan sembuh dengan sendirinya.
“Bisa bengkak, kemerahan dan nyeri bekas suntikan. Bisa demam namun dalam 24-48 jam bisa hilang,” lanjut Rodman.
Ia menambahkan, nantinya para relawan akan dipantau selama enam bulan lamanya untuk melihat efikasi (kemampuan vaksin untuk memberi manfaat bagi individu yang diimunisasi). Rodman pun berharap semoga vaksin ini dapat diproduksi massal pada 2021.
(Dewi Kurniasari)