Adapun pemeriksaan yang akan dilakukan seperti riwayat demam, gejala saluran napas, asma, alergi terhadap vaksin, kelainan atau penyakit kronis, serta gangguan imunitas tubuh.
Relawan yang ingin mengikuti uji klinis ini juga dipastikan tidak menerima imunisasi apapun dalam kurun waktu satu bulan ke belakang dan satu bulan ke depan.
Salah satu tes yang dilakukan dalam seleksi uji vaksin ini adalah rapid test dan swab PCR. Menurut pengamatan beberapa dokter, rapid test tersebut dinilai tidak akurat.
Namun, Dokter Rodman mengatakan, untuk itu, relawan akan menjalani dua tes yakni swab PCR dan Rapid. Tim uji klinis melakukan 2 screening tersebut untuk menjaring seseorang terkena Covid-19 atau tidak.
"Dua pemeriksaan ini (swab PCR dan Rapid) sangat akurat. Apalagi tim uji klinis melakukan dua skrining tersebut untuk menjaring seseorang apakah mereka kena Covid-19 atau tidak," pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)