Menjadi Swinger Seperti Dosen di Yogyakarta Hanya untuk Kepuasan Fantasi? Ini Penjelasan Dokter Jiwa

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2020 14:12 WIB
Pelecehan seksual berkedok riset (Foto: Dephi Behavioral Health Group)
Share :

Kasus dosen swinger di Yogyakarta menggegerkan jagat maya. Pengakuan klarifikasi dosen berinisial BA di Facebook membuka tabir kebohongan riset abal-abal mengenai swinger.

Para korban dosen swinger kini mengutarakan pengalamannya. Kesaksikan para korban pun ramai dibahas di media sosial. Kebanyakan di antara mereka diajak berfantasi tentang swinging yang disampaikan oleh dosen BA secara virtual.

 

Jika mengacu pada video klarifikasi, dosen BA mengatakan kalau dirinya tertarik membahas aktivitas swinging karena topik itu selalu ada di benaknya.

"Karena sesungguhnya, saya sebenarnya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya di setiap waktu dan tempat," katanya di video yang diunggah oleh akun Twitter Bandit Merah Putih @EnggalPMT.

Alasan yang diutarakan dosen BA terkait ketertarikannya pada swinging memang menjadi ranah pribadi seseorang. Namun, Dokter Spesialis Kejiwaan Primaya Hospital Bekasi Barat dr Alvina, SpKJ, menjelaskan, ada beberapa alasan kenapa seseorang tertarik pada aktivitas bertukar pasangan tersebut.

"Ada banyak kemungkinan seseorang melakukan perilaku seks bertukar pasangan (swinging) atau menjadi seorang swinger (sebutan untuk pelakunya), misalnya ingin memiliki pengalaman seks yang baru atau lebih menantang, ingin memuaskan fantasi seksual, atau ingin membuktikan diri dalam hal performa seksual," tuturnya pada Okezone melalui pesan singkat, Selasa (4/8/2020).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya