“Untuk menyikapinya, orangtua harus mampu menyesuaikan diri dan menjadikan rumah sebagai lingkungan edukatif yang menyenangkan dan menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak,” terang Ajeng.
Ajeng menambahkan, orangtua juga harus mengetahui kepribadian anak dan menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan karakteristik anak. Diketahui, manusia mempunyai karakter berbeda-beda dan unik yang bisa dipelajari. Manusia kadang memiliki kesamaan karakter antara satu dan lainnya.
Seperti dilansir dari Sindo News, kepribadian manusia ini telah dikaji dan dirangkum menjadi empat jenis yang masuk dalam teori proto-psikologis. Teori tersebut dibagi lagi menjadi empat tipe kepribadian mendasar, yaitu sanguinis (hidup, optimis, ringan, dan riang), koleris (cerdas, analitis, logis, dan sangat praktis), melankolis (analitis, bijak, dan tenang), dan plegmatis (santai dan cinta damai).
Baca juga: Menghitung Kalori Es Kopi Susu Gula Aren Favoritmu
Diharapkan, jelas Ajeng, orangtua dapat mengenali dan menyesuaikan sistem pengajaran sesuai karakteristik anak agar dapat menciptakan sistem pengajaran di rumah yang menyenangkan dan membawa kegembiraan bagi anak-anak.
(Dyah Ratna Meta Novia)