Selain itu, Anna menambahkan bahwa tantangan terbesar yang dialami oleh seorang anak, ketika harus menjalani virtual schooling adalah rasa bosan. Kondisi tersebut bisa timbul karena adanya proses belajar yang berbeda daripada biasanya.
“Sekarang mereka bertemu dengan layar. Ini sudah menjadikan kepusingan dan stres dengan proses belajar yang berbeda. jadi baik orangtua dan anak memiliki tantangan yang berbeda dari kegiatan belajar di rumah,” lanjutnya.
Beberapa orangtua juga kerap menilai belajar online membuat anak lebih banyak bermain, ketimbang melakukan pengajaran secara tatap muka langsung ke sekolah. Meski demikian, Anna mengatakan persepsi seperti ini tidak sepenuhnya benar dan harus dihilangkan.
“Padahal seringkali tidak seperti itu. Proses belajar tetap dari pagi sampai siang, belum lagi mereka harus mengerjakan tugas rumah dan kadang orangtua tidak mengizinkan anak untuk bermain," ucapnya.
Jadi, kadang orangtua menganggap bermain adalah kegiatan yang buang waktu. Padahal bermain juga memiliki banyak sekali manfaat.