Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenparekraf Lengkapi Fasilitas Destinasi Wisata di Bali

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2020 11:57 WIB
Adaptasi kebiasaan baru pariwisata Bali (Foto : Asiatimes)
Share :

Aktivitas tersebut diikuti oleh 400 para pelaku usaha parekraf. Partisipan yang ikut bergabung antara lain Kepala Dinas Pariwisata Badung, Pengelola Daya Tarik Wisata, Jero Bandesa Desa, Camat Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, Danramil, Lurah Benoa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Benoa, hingga Paguyuban Pedagang Pantai Bengiat dan Samuh.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan, mengatakan inovasi harus dilakukan pada setiap destinasi dan penyempurnaan infrastruktur yang mengacu pada protokol kesehatan harus diprioritaskan. Agar destinasi wisata menjadi zona hijau, sehingga wisatawan akan merasa aman dari COVID-19. Kepercayaan wisatawan akan berdampak pada meningkatnya kunjungan destinasi wisata.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kemenparekraf. Infrastruktur sesuai standar protokol kesehatan sangat penting untuk mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan pasar. Dengan begitu, perekonomian masyarakat di Bali bisa segera pulih melalui aktivitas pariwisata.

Kegiatan selanjutnya akan diselenggarakan dukungan dan pendampjngan di DSP seperti Mandalika Rebound, dukungan pembangunan Islamic Center NTB ‪pada 16-17 Juli 2020‬, Likupang Rebound Sulut pada ‪22-24 Juli 2020‬, dan Labuan Bajo NTT pada awal Agustus 2020.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya