Sedangkan adat budaya Baduy adalah tuntunan saling menghargai dan menjaga satu sama lainnya baik itu dengan pencipta, manusia, dan alam semesta. “Jadi yang tepat adalah SABA yang artinya silaturahmi saling menjaga dan menghargai adat istiadat,” tulis laporan itu.
Alhasil, wisata Baduy atau destinasi wisata Baduy akan diganti dengan 'saba budaya Baduy' baik itu untuk sign board, papan petunjuk arah jalan, billboard, reklame maupun nomenklatur yang ada di kementerian atau departemen atau lembaga atau dinas atau instansi dan kantor-kantor stake holders lainnya, termasuk di media massa, cetak, elektronik, dan media sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin merespons dengan baik hasil musyawarah yang disampaikan oleh lembaga adat Baduy, dan secepatnya akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk pelaksanaannya.
Baca juga: Gaya Tara Basro dan Daniel Adnan Kompak Pakai Daster, Netizen: The Real Uwu
"Untuk ke depannya semua berharap agar tidak ada lagi pihak yang mengklaim dan mengatasnamakan dekat dengan tokoh atau olot Baduy, karena di Baduy semua keputusan dilaksanakan melalui musyawarah berdasar petunjuk puun, para jaro, dan para olot yang hasilnya menjadi keputusan lembaga adat Baduy untuk disampaikan dalam hal ini yang diberi kewenangan dan ditunjuk adalah jaro (kades) atau jaro pamarentah," terang Imam.
(Dyah Ratna Meta Novia)