Padahal, Chand mengatakan bahwa tahun 2020 telah diprediksi menjadi tahun keemasan bagi industri film Indonesia. Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan film karya anak bangsa diklaim telah meningkat secara signifikan.
Baca Juga : Berbusana Ketat, Wika Salim Berpose Menggoda Jajal Sepeda Baru
Sayangnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, seluruh aktivitas syuting hingga pemutaran film di bioskop terpaksa dihentikan. Alhasil, ada dampak ekonomi yang sangat besar yang harus ditelan oleh para pelaku industri film.
"Anggap saja 50 film tidak beredar dari 125 film per tahun. Artinya 40% kita kehilangan peluang pemasukkan. Dengan asumsi 60 juta penonton dari 50 film itu kan Rp3 triliun. Lalu 40%-nya berapa? Ya sekitar Rp1,2 triliun. Ini dampaknya sangat besar bukan hanya ke filmnya saja, tapi ke bioskop dan lain-lain," ungkap Chand.