MASYARAKAT cukup paham bahwa yang namanya vaksin dianggap mampu menghalau virus yang membahayakan tubuh. Tapi, itu tidak berlaku untuk vaksin Hepatitis yang disuntikan ke bayi yang baru lahir dari ibu yang positif Hepatitis.
Seperti yang disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM, bayi yang menerima vaksin Hepatitis tidak menjamin tubuhnya kebal virus Hepatitis yang dibawa ibunya.
"Jujur harus saya katakan, vaksin (Hepatitis) pada bayi tidak menjamin 100% membuat tubuhnya kebal virus," ucapnya dalam Webinar Kalbe Farma 'Menjaga Kesehatan Hati di Era New Normal', Jumat (26/6/2020).
Ia melanjutkan, supaya bayi yang terlahir dari ibu yang positif Hepatitis B kuat, dia juga mesti menerima Imunoglobulin. Jadi, setelah bayi itu terlahir di dunia, harus segera disuntikkan vaksin dan Imunoglobulin.
Kombinasi itu bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi dalam melawan virus yang mungkin saja dibawa ibunya.
Baca Juga : Cegah Covid-19, Dokter Reisa Minta Masyarakat Belajar dari Aceh dan NTT
Dokter Irsan melanjutkan, pemberian dua kombinasi ini pun menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Ya, pemberiannya harus sesegera mungkin, paling lambat 24 jam paling bagus 12 jam setelah bayi dilahirkan.
Jika pemberian vaksin + Imunoglobulin-nya lambat, ini akan memperkecil keberhasilan tubuh si bayi menolak adanya virus Hepatitis B.
"Intinya harus sesegera mungkin dan diberikan keduanya pun dengan maksud memproteksi tubuh bayi yang menurut penelitian hampir 100% melindungi tubuh si bayi dari virus," katanya.
(Dewi Kurniasari)