Jamur enoki mendadak menjadi perhatian publik. Hal ini sehubungan dengan berita empat orang meninggal dan 31 orang dirawat di rumah sakit karena bakteri listeria, diduga akibat makan jamur enoki dari perusahaan Korea Selatan.
Sebelum beredar kasus tersebut, jamur enoki merupakan jenis jamur yang dibudidayakan. Jamur ini terdiri dari sekelompok tangkai putih panjang dan tipis dengan topi putih. Jamur ini juga dikenal sebagai jingu (China), paengi beoseot (Korea), dan nấm kim châm (Vietnam).
Dikutip dari Sindonews.com, jamur Enoki adalah kultivar flammulina velutipes, lebih dikenal sebagai jamur liar enoki, yang memiliki batang lebih pendek, berwarna cokelat-persik, dan memiliki tutup besar.
Jamur enoki tumbuh secara alami dari tunggul pohon hackberry China, juga dapat tumbuh pada pohon ash, kesemek, atau pohon murbei. Perbedaan utama antara enoki liar dan budidaya adalah bahwa varietas yang dibudidayakan tidak pernah terpapar cahaya dan tumbuh di lingkungan yang kaya karbon dioksida untuk mendorong pertumbuhan batang panjang.
Dilansir Onegreenplanet, jamur enoki memiliki tekstur yang kuat dan rasa yang ringan. Saat memilih jamur enoki, periksa cluster secara menyeluruh. Anda yang ingin mengonsumsi jamur enoki putih, disarankan hindari apapun yang tampak berlendir atau berubah warna. Sebelum digunakan, simpan jamur dalam kantong kertas di lemari es hingga satu minggu.
Di sisi lain, jamur enoki adalah sumber yang kaya akan beberapa vitamin dan mineral. Jamur ini mengandung vitamin B3, B5, B1, dan B2 serta fosfor, zat besi, dan tembaga. Selain itu, terdapat asam amino tryptophan, threonine, Isoleucine, Leucine, dan lysine.