Blankon
Salah satu benda paling menarik dari Museum MH Thamrin adalah blankon khas Surakarta yang masih terpajang baik di dalam etalase. Blankon inilah yang digunakan MH Thamrin saat mengikuti kongres Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) di Surakarta, Jawa Tengah, pada tahun 1939.
Diorama
Kemudian terdapat pula diorama suasana rapat Gemeenteraad yang diikuti MH Thamrin saat masih bekerja pada pemerintahan Batavia. Pada rapat inilah, beliau mengeluarkan gagasan bahwa perlunya pemerintah Batavia memperhatikan kesejahteraan kaum pribumi.
"Kala itu dia mendorong perbaikan kampung dan penyediaan air bersih. Hasil gagasannya masih bisa kita rasakan sampai sekarang yakni, PAM Jaya di Penjombongan dan Bendungan Manggarai, beliau lah yang menginisiasi," kata Muslim.
Delman dan kereta jenazah
Terakhir ada peninggalan delman atau alat transportasi yang sering digunakan MH Thamrin semasa hidupnya. Di sampingnya juga terlihat sebuah kereta jenazah yang mengangkut jenazah Thamrin ke tempat perisitirahatan terakhir.
"Kereta jenazah ini dulunya hanya boleh dipakai oleh orang-orang elit atau kaum bangsawan. Kenapa jenazah beliau bisa diangkut kereta ini? Ayahnya, Tabri Thamrin, adalah seorang wedana di bawah gubernur jenderal Johan Cornelis van der Wijck," tutup Muslim.
(Dewi Kurniasari)