"Secara nasional, negara terlalu memberikan fokus pada obat Hydroxycloroquine ini," kata David Holtgrave, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas di Albany, pada CNN.
Padahal, sambung David, tindakan menimbun obat seperti ini akan menngkhawatirkan sejarah negara. "Saya khawatir bahwa sejarah akan menilai tindakan ini sebagai investasi berlebihan dalam hal pengobatan dibandingkan melihat secara lebih luas kandidat pengobatan lainnya," sambungnya.
Sementara itu, dr Rick Bright, pejabat yang digulingkan karena menentang penimbunan obat ini menyatakan, obat-obatan tersebut datang dari pabrik luar negeri yang tidak disertifikasi FDA. "Seharusnya tidak pernah dibawa itu obat ke Amerika dan harus dimusnahkan," ungkapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)