SAAT pusat perbelanjaan kembali beroperasi, di situlah sepertinya masa transisi new normal terlihat. Saat pergi keluar rumah, Anda wajib menerapkan protokol kesehatan.
Anda harus memulai gaya hidup sehat dan tetap melakukan protokol kesehatan dengan tepat dan jangan ceroboh dalam bertindak. Kalau tidak menerapkan aturan itu di luar rumah tentu akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Keputusan untuk membuka kembali mal perlu disikapi serius oleh masyarakat. Perlu diingat bahwa ini kondisi yang berbeda, jadi jangan anggap Anda bisa nongkrong di mal seperti sebelum pandemi Covid-19 menyerang. Sebab, risiko klaster mal itu benar adanya.
Baca Juga: 3 Mal Papan Atas di Jakarta Utara yang Buka Lagi
Diterangkan Dicky Budiman, Epidemiolog Griffith University Australia, China dan Malaysia pernah mengalaminya. Saat pusat perbelanjaan buka dan masyarakat menyerbu tanpa disiplin menjalankan protokol kesehatan, penyebaran virus corona jadi sangat masif di mal.
Karena itu, hal wajib yang mesti dilakukan, sambung Dicky, ialah menggunakan masker dan jangan mudah menyentuh area-area yang banyak disentuh orang lain. "Masker itu barang wajib sekarang. Anda tak bisa keluar rumah tanpa mengenakan masker. Begitu juga dengan anjuran tak boleh menyentuh area umum di mal," katanya saat diwawancarai di iNews Special Report, Senin 15 Juni 2020.
Ada alasan khusus kenapa pengunjung mal tak disarankan pegang-pegang area umum. Menurut Dicky, 80 persen orang yang terinfeksi Covid-19 itu tak menunjukan gejala atau mereka disebut asimptomatik (orang tanpa gejala). Nah, mereka ini bisa lolos dari pengaturan suhu dan kemungkinan besar pegang-pegang area mal.
"Misalnya saja pegangan eskalator, pintu toilet, atau benda lain yang sering dipegang pengunjung mal. Karena tubuhnya sudah menyimpan virus corona Covid-19, maka apa yang ia sentuh cukup besar kemungkinannya terpapar virus corona," paparnya.
Karena itu, Dicky menyarankan agar semua pengunjung maupun pengelola mal agar tidak sembarangan memegang benda di area umum mal. Kemungkinan terpapar Covid-19 dari pasien OTG sangat mungkin terjadi.
"Pengunjung mal mesti sering cuci tangan dengan sabun dan pengelola mal mesti menyediakan spot hand sanitizer yang cukup banyak di area-area yang banyak disentuh pengunjung. Ini diperlukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19," tambahnya.
(Dewi Kurniasari)