Suzy menjelaskan, kasus tersebut bisa dikatakan kompleks. Tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Ada beberapa hal yang perlu dicari tahu.
Baca juga: Psikopat Cenderung Tak Peduli Penyebaran Covid-19
Mulai dari ketertarikan si anak terhadap nenek-nenek, alasan pasti pernikahan tersebut, sampai dengan kepribadian dan intelektual si anak.
"Kebanyakan kasus seperti ini, si anak memiliki IQ di bawah rata-rata. Itu juga yang akhirnya dia tidak bisa memilih secara normal pasangan yang layak dan pantas untuk dirinya," tutur Suzy.
(Dyah Ratna Meta Novia)