Namun tanggapan berbeda justru dilontarkan oleh budayawan Indonesia Sudjiwo Tedjo. Dia menanggapi kritikan netizen termasuk Tsamara dengan sebuah analogi bernuansa sarkas.
Baca Juga : Cegah Covid-19, Bawa 4 Keperluan Pribadimu Sendiri saat ke Kantor
"Dilema lelaki kini, sibuk membahas kecantikan instruktur sampai lupa membahas instruksinya tentang penggunaan masker dan cuci tangan, dianggap menjadikan fisik perempuan sebagai obyek. Bila sebaliknya, dianggap dingin karena tak menghargai perempuan yang sudah capek dandan," tulis dia.
Terlepas dari perdebatan tersebut, kehadiran Dokter Reisa Asmoro Broto dalam membantu penyampaian update pandemi Covid-19 memang telah terbukti berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.
(Dyah Ratna Meta Novia)