Para peneliti menekankan kebutuhan mendesak untuk uji klinik terkontrol, bukan hanya penelitian yang secara pasif mengamati pasien untuk memberikan informasi lebih lanjut. Chloroquine dan hydroxychloroquine awalnya tampak seperti pengobatan yang menjanjikan untuk Covid-19.
Bukti terdiri dari studi pendahuluan yang melibatkan beberapa lusin pasien. Penelitian selanjutnya telah meragukan hasil tersebut.
Artikel Jurnal Kedokteran New England, membandingkan sekira 800 pasien yang menggunakan hydroxychloroquine, dengan sekira 560 yang tidak pada awal bulan ini. Mereka menemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan obat dan tingkat kelangsungan hidup pasiennya.
(Dewi Kurniasari)