Bahkan, rival terberat BAT yakni, Philip Morris International Inc. dikabarkan tengah melakukan penelitian untuk mengetahui keterkaitan antara sistem kekebalan tubuh dan tembakau.
Tak hanya itu, saat ini anak perusahaan BAT, Kentucky BioProcessing juga menggunakan tembakau dalam melakukan eksperimen terkait vaksin virus corona. Dalam hal ini, mereka memakai urutan genetik Sars-CoV-2.
Menurut mereka, metode ini menghasilkan vaksin lebih cepat daripada pendekatan konvensional lainnya. Namun perlu diingatkan kembali, pembuatan vaksin berbahan tembakau ini juga menuai kontroversi dari sejumlah kalangan.
Bagaimana tidak, tembakau telah lama dikenal sebagai bahan utama produk seperti rokok yang justru dapat memperparah gejala COVID-19. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah merilis data bahwa tembakau telah membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahunnya.
(Helmi Ade Saputra)