Lama-kelamaan Fair hanya mampu mengambil 25 persen oksigen saat bernapas dan memutuskan untuk segera memanggil ambulans untuk mendapatkan pertolongan. Fair meminta untuk tidak diintubasi (Memasukan tabung dalam saluran pernapasan) dan hanya menggunakan oksigen untuk membantunya bernapas. Dalam beberapa hari, ia mulai merespon oksigen dan mengonsumsi obat infeksi paru-paru untuk melawan virus.
Fair mengaku mendapatkan hasil negatif ketika melakuakn tes COVID-19 sebanyak empat kali. Tapi ia tidak terkejut dengan hal tersebut, pasalnya kemungkinan besar virus tidak bisa dideteksi. Bahkan hasil tes pun tidak bisa memberikan tingkat akurasi sebesar 100 persen.
Ia memperingatkan masyarakat golongan usia muda yang sehat dan merasa memiliki imunitas yang kuat untuk selalu waspada terhadap COVID-19. Pasalnya virus ini bisa menyerang siapa saja.
“Anda tidak mau memilikinya (COVID-19), itu saja yang harus saya katakan kepada Anda. Anda tidak ingin menyebarkannya (COVID-19) kepada siapa pun yang berisiko tinggi, karena Anda bisa melihat saya, sehat dan berolahraga. Saya tidak bisa membayangkan hal ini terjadi pada seseorang dengan tingkat risiko yang tinggi,” tuntasnya.
(Dewi Kurniasari)