Lebih lanjut, jika pasien telah ditemukan riwayat yang dapat menyebabkan henti jantung, maka pasien akan diberikan tindakan atau pengobatan definitif (utama) yang berbeda tergantung pada riwayat penyakitnya.
Misalnya, jika pasien henti jantung didiagnosa mengalami serangan jantung, maka pasien masih dapat dibantu melalui katerisasi jantung. Lalu, jika pasien mengalami kekuarang cairan, maka dokter akan memberikan cairan tambahan agar jantung bisa bekerja kembali.
"Semua penyebab henti jantung akan dievaluasi untuk diberikan tindakan medis yang tepat sesuai dengan riwayat penyakitnya," papar dr Ivan.
(Abu Sahma Pane)