Bermutasi, Virus Corona COVID-19 Makin Jinak?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2020 11:45 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

Meski demikian, rekan penulis studi Matthew Scotch mengatakan kepada New York Post bahwa saat ini terlalu dini untuk menyatakan bahwa virus corona COVID-19 sudah berhasil melemah.

“Yang perlu diingat adalah bahwa satu virus memiliki penghapusan besar yang menunjukkan bahwa virus dapat ditularkan tanpa memiliki bagian lengkap dari bahan genetiknya. Ini adalah satu virus dan kami tidak menyarankan bahwa ini berarti 'pelemahan' dalam bentuk apa pun," kata Scotch.

Scotch juga menegaskan bahwa tidak ada yang mengejutkan, tentang bagaimana virus telah bermutasi sejauh ini. Ia mencatat bahwa perbedaan dalam hasil klinis lebih tentang respon imun individu dan komorbiditas daripada perbedaan dalam genomik virus.

Studi terbaru muncul setelah laporan yang diterbitkan pada 30 April oleh para ilmuwan di Los Alamos National Laboratory (LANL), New Mexico menunjukkan jenis baru virus corona COVID-19 yang lebih dominan dan menular daripada varietas sebelumnya.

Menurut para peneliti, jenis baru ini muncul pertama kali pada Februari 2020 di Eropa dan kemudian bermigrasi ke Pantai Timur Amerika Serikat. Para pejabat mencatat bahwa strain tersebut, disebut sebagai mutasi D614G, dan telah menjadi strain COVID-19 yang dominan di dunia sejak pertengahan Maret 2020.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya