Sebuah tim beranggotakan tiga orang membersihkan AC di salah satu rumah di pinggiran kota Bangkok sejak minggu lalu. Mereka adalah para awak darat yang bertugas menjaga mesin pesawat Boeing 737.
Setelah pekerjaan mereka bermasalah dan tidak mendapatkan cukup penghasilan, mereka memutuskan untuk menyesuaikan kemampuan mereka. Mereka menghabiskan 10.000 baht atau setara Rp4,6 juta untuk membeli alat-alat seperti selang tekanan tinggi, blower udara, tangga dan produk pembersih.
Untuk menarik pelanggan, mereka mengenakan tarif di bawah tarif standar. Chutiphong Sodvilai, 32 tahun, ayah dua anak, yang dibayar hanya 10 persen dari upahnya mengatakan, ia mendapat kepuasan karena sadar bahwa krisis tak mengalahkannya.
“Semua orang harus menyesuaikan diri. Kami tidak dapat mengubah apa pun selain diri kami sendiri. Saya harus menemukan sesuatu untuk dilakukan, untuk mengurus diri sendiri dan keluarga saya sehingga kami dapat selamat dari krisis ini,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)