Peneliti Sebut COVID-19 Telah Bermutasi, Jadi Lebih Jinak?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 06 Mei 2020 15:00 WIB
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
Share :

Meskipun hanya satu pasien di Arizona yang ditemukan dengan mutasi, Para peneliti mengatakan jika sekuensing genom menjadi lebih sering dilakukan. Cara ini akan membuat lebih banyak kasus yang akan muncul.

Seorang Peneliti, dr. Efrem Lim mengatakan virus corona mengandung 30.000 huruf asam ribonukleat (RNA) dan dalam sampel, dan terdapat sekiranya 81 huruf yang menghilang.

“Protein-protein ini tidak hanya berada di sana untuk ditiru. Mereka ada di sana untuk membantu meningkatkan virulensi dan menekan sistem kekebalan tubuh. Ini berkembang dengan bentuk yang lebih dan dilemahkan pada fase akhir epidemi,” terang dr. Efrem.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya