Para peneliti di Arizona State University, telah menemukan mutasi yang dapat mengubah gelombang pada pandemi virus corona COVID-19. Mutasi ini dilaporkan mirip dengan perubahan yang ditemukan pada virus SARS pada 2003.
Ini berarti ada kemungkinan lebih kecil bagi virus untuk melewati sistem kekebalan tubuh. Hal ini diungkapkan oleh Mantan Direktur Program Kanker WHO, Profesor Karol Sikora. Ia pun menyampaikan komentarnya di aku media sosial Twitter.
“Para ilmuwan di Arizona telah mendeteksi mutasi dalam sampel virus corona. Jangan khawatir, virus itu telah kehilangan sebagian potensinya. Ketika ini terjadi pada wabah SARS, maka ini menandai awal dari akhir,” tulis Karol, sebagaimana dilansir dari Express, Rabu (6/5/2020).
Para peneliti di Arizona State University mengambil 382 sampel dari pasien virus corona di negara bagian tersebut. Mereka menemukan satu sampel kehilangan sebagian besar materi genetik bawaan virus. Para ahli mengklaim bagian yang hilang ini membuat infeksi lebih lemah dan merupakan sinyal bahwa virus telah mereda.