Banyak orang yang tertarik ikut berbagi
Apa yang dilakukan oleh Ardiati ternyata diketahui oleh tetangganya. Hari kedua, tetangganya datang ke rumahnya dengan membawa seikat besar kangkung dan selada. “Titip buat dicantelin,” kata tetangganya.
Menurut Ardiati, apa yang dilakukan olehnya sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh orang lain, seperti bagi-bagi di hari Jumat. Ajang berbagi juga bukan hal baru, hanya variasi yang dibagikannya mungkin kali ini berbeda.
Ardiati menjelaskan, apa yang ia lakukan adalah yang ia mampu. Sebagian besar bahan makanan, terutama sayur-sayuran adalah hasil panenan kebunnya.
Bahan makanan yang disediakan itu juga tidak banyak, sekitar 4 paket setiap harinya. “Yang bikin haru sebenarnya karena terus ada orang-orang yang nitip, ada yang nitip telur 1,2 kilogram dan lainnya,” kata Ardiati.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari amanah tetangganya, Ardiati mengambil foto dan menjadikannya status WhatsApp. Efeknya kemudian banyak yang menitipkan bahan makanan seperti beras, telur, minyak, sayuran, bumbu, kelapa, mie, pepaya dan lain-lain. Bahkan ada yang menitip uang untuk dibelanjakan bahan makanan yang akan disediakan secara gratis.
Ardiati mencatat, selama 15 hari melakukan apa yang ia sebut ‘cantelan’ ada sekitar 7 orang yang menitipkan bahan makanan. Terdiri tetangga, teman kuliah, maupun kenalannya.
“Semoga banyak yang melakukan, tentu dengan sumberdaya dan dana yang tersedia,” ujar Ardiati.
(Dyah Ratna Meta Novia)