Sedangkan konsentrasi materi genetik yang lebih tinggi ditemukan di ruangan biasanya para tenaga medis melepas peralatan pelindung (APD) yang mereka kenakan. Dengan ini, dikatakan ada kemungkinan partikel materi genetik COVID-19 yang mencemari alat pelindung diri tersebut menjadi bisa mengudara kembali, ketika masker, sarung tangan dan gaun atau baju hazmat dilepaskan.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ruangan dengan ventilasi, ruang terbuka, sanitasi pakaian pelindung, dan penggunaan yang tepat dan desinfeksi area toilet bisa secara efektif membatasi konsentrasi SARS-CoV-2 RNA dalam aerosol. Sekarang tugas selanjutnya adalah harus mengeksplorasi infektivitas virus aerosol,” tulis para peneliti dalam abstrak studi penelitian.
WHO sendiri beberapa waktu lalu sudah menyebutkan tentang adanya kemungkinan penularan melalui partikel udara dengan keadaan tertentu. Misalnya, seperti dalam pengaturan medis pasien COVID-19 sedang diintubasi atau ketika prosedur invasif lainnya.
(Helmi Ade Saputra)