COVID-19 Bisa Hidup di Ruangan Penuh Orang dan Tak Berventilasi

Pradita Ananda, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 08:13 WIB
Ilustrasi (Foto : Theweek)
Share :

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Research menemukan fakta baru mengenai virus corona atau COVID-19. Virus corona dapat bertahan di udara.

Temuan penelitian mengungkapkan, potongan-potongan materi genetik COVID-19 ditemukan mengambang di udara ruangan seperti toilet rumah sakit, di ruangan yang penuh sesak orang, bahkan di kamar-kamar di rumah sakit yang menjadi lokasi para staf medis melepas alat pelindung diri, seperti dikutip Foxnews, Rabu (29/4/2020).

Dalam studi penelitian tersebut, para peneliti menganalisa dua rumah sakit yang berlokasi di Wuhan, China sebagai lokasi episentrum COVID-19. Tapi, mereka tidak memastikan apakah partikel-partikel materi genetik COVID-19 yang ada di udara ini dapat menyebabkan infeksi. Para ilmuwan sendiri sampai saat ini masih mempelajari lebih lanjut tentang virus corona jenis baru ini, sehingga pertanyaan apakah virus itu dapat menyebar melalui partikel-partikel udara dikatakan sekarang masih menjadi perdebatan.

Penelitian Nature Research yang dipimpin oleh Ke Lan dari Universitas Wuhan, melakukan penelitian tersebut dengan cara membuat perangkap aerosol di dan sekitar dua rumah sakit di Wuhan. Meskipun ditemukan beberapa aerosol di ruang perawatan, supermarket dan bangunan tempat tinggal, lebih banyak lagi ditemukan di toilet dan dua area yang banyak dilewati orang, termasuk ruang tertutup dekat salah satu rumah sakit.

Sedangkan konsentrasi materi genetik yang lebih tinggi ditemukan di ruangan biasanya para tenaga medis melepas peralatan pelindung (APD) yang mereka kenakan. Dengan ini, dikatakan ada kemungkinan partikel materi genetik COVID-19 yang mencemari alat pelindung diri tersebut menjadi bisa mengudara kembali, ketika masker, sarung tangan dan gaun atau baju hazmat dilepaskan.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ruangan dengan ventilasi, ruang terbuka, sanitasi pakaian pelindung, dan penggunaan yang tepat dan desinfeksi area toilet bisa secara efektif membatasi konsentrasi SARS-CoV-2 RNA dalam aerosol. Sekarang tugas selanjutnya adalah harus mengeksplorasi infektivitas virus aerosol,” tulis para peneliti dalam abstrak studi penelitian.

WHO sendiri beberapa waktu lalu sudah menyebutkan tentang adanya kemungkinan penularan melalui partikel udara dengan keadaan tertentu. Misalnya, seperti dalam pengaturan medis pasien COVID-19 sedang diintubasi atau ketika prosedur invasif lainnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya