2 Mahasiswa Dituntut Hukum karena Jual Masker N95 Lima Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar

Pradita Ananda, Jurnalis
Kamis 23 April 2020 16:31 WIB
Ilustrasi (Foto : Ctvnews)
Share :

Dikatakan Denise Rutherford, senior wakil presiden urusan korporasi 3M, tuntutan hukum yang ditujukan pada dua orang mahasiswa ini menjadi aksi nyata perusahaan untuk memberhentikan oknuoknum tak bertanggung jawab yang ingin mengambil keuntungan.

“Kami berdedikasi untuk memberhentikan orang-orang yang berusaha mengambil keuntungan di masa krisis seperti saat ini. Kami sudah menempuh jalur hukum, ketika kami mengindentifikasi ada tindakan ilegal di New York, California, Florida, Texas, dan sekarang Kanada juga,” ujar Denise.

Pengajuan hukum meminta pengadilan untuk memaksa kedua mahasiswa tersebut untuk mengungkapkan lokasi respirator atau masker yang tersisa. Selain itu juga memberikan informasi tentang penjualan dan pelanggan. Perusahaan 3M mengatakan jika upaya ini berhasil dan mereka akan menerima uang kompensasi, uang itu akan disumbangkan ke organisasi nirlaba yang bergerak untuk penanganan COVID-19.

Jika masker N95 yang dijual Zhiyu dan Harmen terbukti otentik, masker-masker tersebut nantinya akan diberikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

“Jika N95 mereka otentik, 3M akan mensupport untuk mengembalikan masker-masker tersebut untuk digunakan dalam upaya melawan COVID-19. Tapi jika palsu, 3M akan menginformasikan hal tersebut kepada para pelanggan Caonic,” bunyi pernyataan 3M yang dirilis kepada media.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya